pertanyaan arsitek yang sering ditanyakan sebelum mendesain rumah

Sebagai seorang arsitek professional, tentunya arsitek tersebut telah memegang banyak proyek dari klient dengan karakter dan keinginan yang berbeda-beda. Hal ini mengingat kepuasan konsumen merupakan komitmen profesi arsitek yang harus dijalankan.

Tahukah Anda bahwa seorang arsitek harus mengajukan beberapa pertanyaan untuk menggali informasi seputar kriteria rumah yang menjadi idaman para clientnya. Lantas pertanyaan apa saja yang mereka tanyakan kepada klient saat mendesain rumah tersebut? Berikut ulasannya untuk Anda yang penulis rangkum dari hasil wawancara penulis dengan tim arsitek dari Konsultan Arsitek Online (www.ArsitekOnline.com) beberapa waktu yang lalu. Berikut penjelasan lengkapnya untuk disimak dengan seksama.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan Arsitek Saat Mendesain Rumah

  1. Menanyakan Lokasi Yang Akan Dibangun

    Hal utama yang perlu ditanyakan seorang arsitek kepada klientnya adalah keberadaan lokasi dimana rumah tersebut akan dibangun. Meskipun Anda beranggapan pertanyaan ini sepele, tapi pertanyaan ini sangat berarti bagi arsitek dalam mengetahui GSB (Garis Sempadan Bangunan) dan KDB (Koefisien Dasar Bangunan) di wilayah tersebut. Hal ini berguna sebagai rujukan yang bertujuan untuk memberikan kepuasan yang seutuhnya bagi client itu sendiri.

  2. Menanyakan Gaya dan Model Rumah

    Gaya atau model yang diinginkan client pemilik rumah perlu diketahui arsitek dalam menentukan tampilan fisik dari bangunan atau rumah tersebut. Campuran gaya menarik yang diinginkan klient seperti campuran minimalis dan klasik menjadi model “minimalis klasik” juga tidak masalah dalam rancangan bangunan yang digarap arsitek, meskipun hal ini jarang dilakukan mengingat model yang dipilih biasanya satu model saja seperti model minimalis, model klasik, model trandisional, model etnik dan lain sebagainya.

  3. Kebutuhan Ruang

    Kebutuhan ruang juga hal vital yang sering ditanyakan arsitek mengingat hal ini perlu diketahui arsitek untuk menentukan jumlah ruang yang diperlukan client dan hubungannya dengan layout tata ruang di dalam rumah nantinya. Arsitek harus tahu berapa kamar yang dibutuhkan dan ruang-ruang tambahan apa saja yang diperlukan seperti ruang cuci, gudang dan lain sebagainya.

  4. yang perlu diketahui arsitek sebelum mendesain rumah
  5. Anggaran Yang Dimiliki

    Guna kelancaran proses pembangunan nantinya, arsitek juga sering menanyakan anggaran pembangunan yang dialokasikan klient. Pertanyaan ini bukanlah suatu hal yang tabu untuk ditanyakan. Kenapa? Justru dengan mengetahui anggaran pembangunan secara pasti akan membuat arsitek menjadi lebih bisa mengatur dan mendesain bangunan rumah sesuai estimasi yang dimiliki client dengan tetap mengontrol kualitas bangunan dan kebutuhan material dari bangunan itu sendiri.

  6. Gambaran Target Klient

    Dan terakhir, arsitek juga sering menanyakan gambaran target dari rumah yang dibangun klient ini, apakah nantinya akan direnovasi lagi atau desain yang final yang tidak butuh penambahan atau renovasi di kemudian hari.
    Dalam konsultasi dengan arsitek ini, diharapkan client sebaiknya menyampaikan semua yang ditanyakan arsitek ini dengan bahasa yang jelas dan mudah dipahami terkait perancangan yang menjadi dasar ide desain bangunan yang akan didesain arsitek tersebut. Dan bagi arsitek, juga sebaiknya jangan sesekali mengindahkan keinginan klient walaupun untuk hal yang kecil sekalipun.
pertanyaan yang sering ditanyakan arsitek saat mendesain rumah

Nah itulah tadi beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan arsitek kepada klientnya sebelum mulai merancang dan mendesain rumah idaman Anda. Keinginan klient merupakan patokan dasar saat merancang desain. Oleh sebab itu bagi arsitek jangan sesekali mengindahkan keinginan klient. Jika dirasa keinginan tersebut kurang relevan maka utarakan dengan bahasa yang jelas dan berikan solusi terbaik dari yang terbaik. Terima kasih.