Si prasekolah mendadak tertarik pada pewarna bibir, ingin memakai bedak compact, dan mencoba pemulas mata. Lo, kok, jadi “genit”? Ada apa ya? Nayra (4) keluar dari kamar, wajahnya penuh polesan bedak. “aku cantik, kan, Ma?” tanya Nayra ke Mamanya. Tangannya memegang tempat bedak yang sudah kosong. Mama kaget, awalnya ingin marah, tapi akhirnya malah tertawa karena melihat penampilan Nayra. Wajah gadis mungilnya itu putih karena belepotan bedak. “aku cantik, kan?” ulang Nayra lagi. “Iya cantik, mirip artis deh, pokoknya,” sahut Mama.

MEMAHAMI DIRI

ya, Mama paham, Nayra sedang mengembangkan kemampuan eksplorasinya. Kali ini, Nayra tertarik dengan peralatan make up yang bentuk dan warnanya bermacammacam. Tak heran ia lalu tertarik memainkannya, mengeksplorasi, bahkan mencobanya. Ketertarikan Nayra mungkin juga karena ia sering melihat Mama memakai peralatan make up. Perilaku meniru seperti ini sejalan dengan konsep diri anak seusia Nayra yang sedang meningkat. Ia mulai memahami jika dirinya adalah sosok yang berbeda dari orang lain. Karena itu ia merasa mampu untuk melakukan sesuatu yang ia lihat dari lingkungannya. Jadi, ketika melihat peralatan make up yang berjejer di meja rias, sangat mungkin anak seusia Nayra akan menirukan perilaku yang ia lihat dari mamanya. apalagi biasanya peralatan make up sangat menarik. Bagi anak, hal itu menimbulkan sensasi tersendiri.

MEMBERIKAN PENGERTIAN

Mungkin ada Mama yang tak mengizinkan anak memainkan peralatan make up miliknya. alasannya, takut kalau peralatan yang harganya cukup mahal itu hancur, tumpah, atau patah. Selain itu, peralatan make up mengandung berbagai bahan kimia yang diperuntukkan bagi orang dewasa sehingga dikhawatirkan bisa menimbulkan alergi. Jadi, jika Mama ingin melarang, sebaiknya lakukan dengan bijak. Tidak dengan cara merebut, menghardik, apalagi memarahi anak, sebab si prasekolah belum memahami dengan baik apakah yang ia lakukan benar atau salah. yang perlu Mama lakukan adalah menjelaskan bahwa peralatan make up bukanlah benda untuk anak-anak melainkan untuk orang dewasa.

“Lipstik ini hanya boleh dioleskan ke bibir Mama, karena kalau kamu yang pakai, bibirmu bisa gatal. Sedangkan Mama, karena sudah besar, bibir Mama enggak gatal.

Untuk masa depan anak yang lebih cerah berikan ia pelatihan bahasa asing di kursus berbahasa Jerman terpopuler di Bandung sehingga ia mahir dalam berbahasa Jerman.