Itu adalah wujud eksplorasinya. Bahwa ia meniru Mama atau meniru gaya model fashion show di teve, biarkan saja. Justru Mama bisa memanfaatkan momen ini untuk mengajarkan tentang kerapian, keserasian, dan pentingnya perawatan tubuh. Rambut misalnya, supaya bersih dan indah maka harus dicuci secara rutin dua hari sekali.

Gigi harus disikat sebelum tidur dan sehabis sarapan. Kuku-kuku harus digunting supaya tidak kotor, dan lainnya. Kala bercermin, Mama bisa mengenalkan beragam emosi pada anak. Ajak ia tertawa dengan membuat lelucon-lelucon di depan cermin. Buat ia gembira dengan memuji keunikan wajahnya atau rambutnya yang hitam.

Lalu, minta anak untuk mencemberutkan wajahnya seperti sedang kesal. Di setiap perubahan ekspresi, terangkan emosi-emosi yang terkait. “Lihat, kalau cemberut wajah Kakak jelek seperti itu!” misalnya. Atau, “Mama senang dengan wajah kamu seperti ini, kamu sangat manis jika sedang tersenyum.” Setelah itu, ganti dengan ekspresi lucu dan unik. Tambahkan dengan kreasi berupa strip putih dari bedak di pipi Mama dan si kecil. “Lihat, kita seperti orang Indian,” misalnya. Lalu, pipstik bisa dimanfaatkan untuk menciptakan “hidung merah” seperti badut.

Pensil alis pun bisa dipakai untuk membuat kumis-kumisan seperti kucing. Syaratnya, Mama jangan marah kalau ada lipstik yang patah, bedak berceceran, losion cepat habis, dan cermin kotor bahkan pecah. Siasati dengan menggunakan peralatan make up yang hampir habis atau sudah bosan digunakan. Kalau mau, anak-anak juga bisa disediakan pensil khusus untuk face painting. Jadi, tidak mengapa berkorban sedikit, karena eksplorasi seperti ini akan memberinya pengalaman untuk seumur hidup. Ini yang lebih penting, kan?

Ingin Terlihat Dewasa

Arahkan supaya peniruan anak menjadi masukan positif buatnya. Berikut adalah beberapa hal yang biasa ditiru si prasekolah dari Mama Papa:

– Memakai sepatu hak tinggi. Sepatu Mama yang tinggi membuat anak merasa dirinya jadi lebih tinggi. Boleh-boleh saja anak meniru gaya berpakaian orangtua sepanjang tetap diarahkan dengan mengenalkan nilai-nilai femininitas dan maskulinitas. Untuk anak lelaki yang mencoba sepatu ibunya, misalnya, katakan, “Kamu ingin coba, ya? Sebetulnya ini sepatu perempuan. Kalau kamu mau coba, bisa pakai sepatu Papa.”

Berikut ini adalah informasi lebih mengenai program FSJ di Jerman terpercaya untuk Anda yang ingin bekerja sosial di Jerman.