ausbildungaupair.com – Apa yang membedakan orang awam dengan fotografer profesional? Orang awam saat memotret bayi, lebih terfokus pada momen, tanpa memerhatikan seni fotografi . Karena itulah hasil fotonya pun menjadi sangat standar. Sementara profesional akan mengabadikan momen-momen bayi dengan estetika fotografi . Nah, inilah yang berkaitan dengan pencahayaan, sudut pengambilan foto, peletakan komposisi, serta paduan warna. Dengan menguasai estetika, hasil foto bisa menjadi sebuah karya seni.

Berikut sedikit gambaran estetika tersebut:

• Pencahayaan – Perhatikan pencahayaan saat akan memotret. Pencahayaan bisa dari alam, seperti cahaya sinar matahari atau cahaya buatan dengan bantuan lampu atau lampu kamera (blitz). – Sebelum memotret, pelajari pencahayaan yang ada di lokasi. Kalau mau memanfaatkan cahaya natural, sinar dari jendela akan membantu. – Sebagai awal, coba foto ruangan yang akan dijadikan lokasi pemotretan. Dengan begitu, kita bisa mendapat gambaran akan sumber cahaya yang baik beserta bayangannya. – Letakkan bayi (beserta boks bayi, misalnya) di dekat cahaya yang dianggap bagus tersebut. Jangan membelakangi cahaya. Tunggu momen yang tepat, lalu klik! ambilah beberapa angle dari pose tersebut.

• Angle (sudut pengambilan foto). – Tidak ada aturan baku dalam sudut pengambilan foto. Tip bahwa memotret anak-anak harus menyejajarkan mata anak dengan lensa kamera, tampaknya sudah tidak berlaku lagi. Karena angle terbaik haruslah dicari, yakni dengan melakukan jepretan dari berbagai posisi untuk mendapatkan sisi terbaik bayi. Bisa dari arah samping kanan-kiri, atas-bawah, dan sebagainya. Sekali lagi, semakin sering memotret akan tahu bagian mana sisi terbaik si kecil. – Bagaimana dengan memotret bayi dalam kondisi telanjang? Pose tersebut merupakan hal yang dianggap wajar. Ketelanjangan anak kecil bukan seperti pemotretan nude orang dewasa yang ingin menonjolkan sisi sensualitasnya. Namun tentu angle harus tetap diperhatikan. Jangan sampai ketelanjangan bayi justru mengganggu. Usahakan sudut pengambilan fokus pada wajah atau keseluruhan tubuh, tidak pada bagian organ intim yang mempertegas ketelanjangan bayi. Dengan kata lain, pastikan angle tidak membuat mata bergerak refleks tertuju pada bagian organ intimnya.

• Komposisi warna – Foto sebenarnya adalah tipuan mata. Ketika orang melihat sebuah foto, refleks mata akan mengarah pada sesuatu yang dominan. Terkait itu, ketika memotret bayi usahakan di sekitarnya tidak diletakkan benda/mainan yang berwarna kuat. Warna merah merupakan warna yang paling kuat/tajam. Bila bayi dipakaikan sesuatu yang berwarna lembut dan si sampingnya ada boneka berwarna merah, mata akan refleks tertuju pada boneka tersebut. Karena itulah, komposisi warna harus seimbang. Jika ingin menonjolkan bayi, pendamkan warna-warna kuat di sekitarnya atau singkirkan benda-benda yang tidak perlu.